Memulai Bisnis Tanpa Modal

Print
Category: Opini
Published Date Written by Nova Activa
Memulai bisnis entah itu besar atau kecil memang gampang-gampang susah, apalagi kita belum pernah terjun kedalam dunia bisnis. Memang bukan hanya bisnis saja, segala sesuatu itu kalau baru memulai memang terasa berat, kita ibaratkan ketika kita menarik sebuah gerbong kereta awalnya memang sangat berat, apalagi kalau rodanya terganjal meskipun hanya sebuah kerikil, namun ketika kita mampu mengatasi dan bisa melepaskan hambatan tadi, maka gerbong akan berjalan kencang dan bahkan segala rintangan sebesar apapun didepannya akan terhempas. Sebenarnya mudah maupun sulit itu bergantung pada diri kita sendiri, bila kita sudah meng'azzam'kan diri kita terjun ke dunia bisnis tidak ada yang sulit. Pertanyaan klasik yang sering muncul pertama kali memulai bisnis biasanya “modal”, kebanyakan orang mengartikan modal adalah uang, inilah mindset yang meski kita  rubah. Padalah Allah SWT memberikan “modal” yang sangat luar biasa kepada kita sebagai manusia, yaitu otak. Jadi, kita meski cerdas… berikut beberapa kiat memulai bisnis TANPA MODAL:
  • Keahlian/Skill
Mulailah dari sini, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya punya keahlian, coba kita renungkan sejenak apa sih keahlian kita, kalau kita sudah menemukan itu, kembangkan sedikit demi sedikit. 
Keahlian/Skill identik dengan produk/pengerjaan JASA sehingga  hal ini harus didukung dengan produk BARANG DAGANGAN karena keduanya saling keterkaitan, misalnya; kita sebagai ahli montir/bengkel sepeda motor, ketika sedang memperbaiki dan ada yang rusak sehingga harus diganti maka kita harus menyediakan onderdil.

  • Menjadi Makelar/Broker
Nah.. disinilah jawaban yang mudah kalau anda tidak punya modal (uang), menjadi makelar yang amanah, jujur dan tepat waktu, akan mendapatkan kepercayaan dari kedua belah pihak, pihak yang punya barang dan pihak yang membutuhkan barang. Maka kalau kita menjadi makelar jagalah amanah dan kepercayaan itu sebaik-baiknya.

  • Tempat Usaha/Bisnis
Tidak selamanya untuk memulai bisnis harus punya tempat khusus atau toko, sebenarnya rumah kita pun bisa dijadikan tempat dan alamat perusahaan kita. Tidak semua pembeli yang mendatangi kita, bahkan tren sekarang yang berkembang pembeli tidak pernah tahu tokonya, karena mereka inginnya mendapatkan layanan antar. Cukup kita promosikan -  pembeli telephon - kita datang - dan barang kita dibayar.

  • Promosi
Sekarang media informasi dan komunikasi bukan hal yang sulit, promosi dengan mudah dan murah bisa kita lakukan diantaranya;
    SMS; setiap orang punya Handphone, iklan lewat HP sangat efektif dan hampir dipastikan dibaca.
    Iklan Koran; promosi melalui iklan baris cukup murah dan efektif, apalagi ada juga Koran dengan iklan gratis.
    Leaflet; cukup dengan mencetak atau memfotokopi selebaran kita dan dipasang di pinggir-pinggir jalan. 
    Mulut ke mulut; dari sekian ini promosi yang paling efektif dan murah adalah dari mulut ke mulut, karena ketika saudara-saudara kita, teman-teman kita memberikan informasi, referensi terhadap sesuatu produk ini lebih dipercaya dibandingkan apabila kita hanya membaca brosurnya.
Dan masih banyak lagi promosi-promosi yang dengan mudah dan murah kita lakukan.

  • Barang Dagangan
Nah... setelah kita sudah punya KEAHLIAN, sudah menjadi MAKELAR, punya TEMPAT, dan Sudah PROMOSI, terus bagaimana mendapatkan barang dagangannya?
Semua berawal dari dirikita, jadilah pribadi-pribadi yang baik, amanah dan jujur maka barang dagangan akan datang, caranya…? Bisa menjualkan barang milik saudara, teman, relasi, bisa juga minta pembayaran tempo dari supplier, bisa juga konsinyasi; barang yang tidak laku boleh dikembalikan, dan lain sebagainya asalkan sesuai dengan syar'i.

Berbisnis adalah sesuatu yang mulia; Rasulullah SAW suatu ketika melihat sahabatnya Sa'ad yang tangannya  melepuh, kulitnya gosong kehitam-hitaman karena diterpa sengatan matahari.
“Kenapa tanganmu?” Tanya Rasulullah.
Jawab Sa'ad : “Karena aku mengolah tanah dengan cangkul ini untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku,”
Rasulullah mengambil tangan Sa'ad dan menciumnya secara berkata: “Inilah tangan yang tidak pernah disentuh api neraka” (HR. At-Thabari)

Pertanyakan pada diri kita sudahkah kita berusaha dengan bersungguh-sungguh sebagaimana yang telah dilakukan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya?
Friday the 15th. 888Poker. Memasyarakatkan Ekonomi Syariah, Mensyariahkan Ekonomi Masyarakat
Copyright 2012

©