Diskusi Klewer Bangkit

Print
Category: Mes Articles
Published Date Written by Ibrahim Fatwa W

Diskusi Klewer Bangkit pada tanggal 6 Februari 2015 bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Adapun peserta yang hadir adalah:

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta

Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) Solo Raya

Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK)

Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Klewer Surakarta (AMPPKS)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta

Universitas Sebelas Maret (UNS)

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

 

 

Hasil Diskusi

  1. Permasalahan yang dihadapi pedagang pasca kebakaran pasar klewer menurut HPPK
    1. Hutang pedagang yang menumpuk
    2. Pasar darurat belum kunjung dibangun
    3. Pedagang yang bisa berjualan tinggal 10% dari 1532 pedagang
    4. Dana segar untuk memulai kembali usaha
    5. Angsuran hutang pedagang kepada bank ditunda 6 bulan (kebijakan OJK dan BI) akan tetapi kenyataan di lapangan tidak demikian

 

 

 

  1. Hasil Diskusi
    1. Ibu Abdul Kadir (HPPK): Pembangunan pasar darurat sesegera mungkin di kawasan Alun-Alun Kota Surakarta dengan alasan dekat dengan Masjid Agung Surakarta, pedagang di pasar Klewer yang bagian timur masih bisa berjualan sehingga apabila ada konsumen yang berbelanja di Alun-alun utara bisa mampir ke Pasar Klewer bagian timur, dan kedekatan batin dengan pasar klewer lama.
    2. Bapak Abdul Kadir (HPPK): Kebakaran pasar Klewer merupakan bencana nasional sehingga pedagang memohon kerelaan semua pihak untuk menyetujui pembangunan pasar darurat di Alun-alun Kota Surakarta.
    3. Bapak Heri Edi (HPPK): Pembangunan pasar darurat yang layak bagi pedagang dengan mempertimbangkan jumlah kios yang dimiliki di pasar yang terbakar, kebijakan pengurangan bunga dan pokok utang serta restrukturisasi utang dikawal dengan baik.
    4. Bapak Kusbani (HPPK): Pembangunan pasar darurat sesegera mungkin dan penyelesaian kajian cagar budaya terkait pasar darurat di Alun-alun kota Surakarta secepat mungkin.
    5. Bapak Suparmin (MES): Pencarian dan pembangunan pasar darurat sebaiknya melibatkan pihak Keraton Surakarta dan Pemerintah Kota Surakarta, Pembayaran sewa lahan pasar darurat sepanjang tidak memberatkan pedagang karena yang menjadi isu utama adalah segera dimulainya aktifitas jualan para pedagang, dan Pemetaan masalah masing-masing pedagang yang lebih jelas.
    6. Bapak Agus Sahid (MES): Pembangunan pasar darurat sesegera mungkin supaya konsumen/langganan tidak lari ke tempat lain, Apabila pembangunan kembali pasar darurat di tempat yang sama sebaiknya di desain penambahan tempat parkir, seandainya Pasar Klewer dipindah ke tempat lain mungkin akan tetap laris karena Pasar Klewer sudah menjadi icon nasional, dan Usulan lokasi baru adalah Taman Balekambang dengan pertimbangan akses yang mudah.
    7. Bapak Wusthon (ASBISINDO): Pedagang diharapkan semakin dekat dengan bank syariah dan terbuka untuk menceritakan kondisinya, Bank Syariah diharapkan menginventarisir permasalahan pedagang untuk menentukan treatment yang tepat, dan implementasi kebijakan OJK dan BI dengan baik terkait kebakaran pasar Klewer.
    8. Ust Dahlan HT (MUI): Perlunya mediasi komunikasi antara HPPK dengan pihak Keraton untuk merealisir pembangunan pasar darurat, Perlunya pembangunan pasar darurat sesegera mungkin, diharapkan pembangunan kembali pasar Klewer tidak menggunakan dana pihak ketiga, cukup mengandalkan dana pemerintah.
    9. Bapak Ali Saifullah (MES): Pembangunan pasar darurat sesegera mungin dan percepatan kajian cagar budaya pasar darurat.
    10. Bapak Ahmad Miftahul Falah (MES): Lembaga Zakat perlu dilibatkan.
    11. Bapak Lukman Hakim (UNS): Perlunya dipupuk komunikasi politik terkait pembangunan pasar darurat, penyelesaian hutang pedagang dan pembangunan kembali pasar Klewer.
    12. Bapak Iskandar Zulkarnain (AMPPKS): Kebakaran pasar Klewer merupakan bencana sehingga penyelesaian masalah harus melibatkan Pemerintah Pusat serta Penyelesaian sesegera mungkin HAL POKOK:
    13. Restrukturisasi pembiayaan/Kredit:

–      Penurunan bunga/margin

–      Memperpanjang waktu

–      Pengurangan pokok

–      Penambahan modal

–      Konversi modal

  1. II.         Standarisasi Format Pembiayaan dari Bank
  2. III.       Penyaluran CSR perusahaan dan bank
  3. IV.        Pembangunan Kembali Pasar Klewer dengan APBN-P 
Friday the 24th. 888Poker. Memasyarakatkan Ekonomi Syariah, Mensyariahkan Ekonomi Masyarakat
Copyright 2012

©